Minggu, 23 Januari 2022

Kumpulan Pesan Perjuangan Pahlawan Nasional Indonesia

Vadcoy.com – Sebelum merdeka, ada beberapa negara yang menjajah negara Indonesia. Dan para pahlawanlah yang sangat berjasa dengan mengusir para penjajah tersebut. Mereka berpesan kepada rakyat Indonesia. Berikut ini adalah pesan perjuangan pahlawan nasional untuk rakyat Indonesia.

Pesan Perjuangan Pahlawan Nasional

Kumpulan Pesan Perjuangan Pahlawan Nasional Indonesia

1. Pesan Jenderal Sudirman

“Tempat saya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus”.

Beliau sampaikan pada jam-jam terakhir sebelum jatuhnya Yogyakarta dan Jenderal Sudirman dalam keadaan sakit, ketika menjawab pernyataan Presiden yang menasihatinya agar tetap tinggal di kota untuk merawatnya.

2. Pesan Nyi Ageng Serang

“Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya”.

Beliau sampaikan pada saat Nyi Ageng Serang mendengarkan keluhan keprihatinan para pengikut/rakyat Indonesia, akibat perlakuan para penjajah.

3. Pesan Prof. Moh. Yamin, SH.

“Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri”.

Beliau sampaikan saat konggres II di Jakarta pada tanggal 27-28 Oktober 1928 yang dihadiri oleh berbagai perkumpulan pemuda dan pelajar, di mana beliau sedang menjabat sebagai sekretaris.

4. Pesan Supriyadi

“Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi”.

Beliau sampaikan pada saat memimpin pertemuan rahasia yang dihadiri oleh beberapa anggota Peta untuk melakukan pemberontakan melawan pemerintah Jepang.

5. Pesan Teuku Nyak Arif

“Jangan menaruh dendam, karena kepentingan rakyat harus diletakkan di atas segala-galanya”.

Selain pesan tersebut, Teuku Nyak Arif juga menyampaikan pesan perjuangan pada saat pidato bulan Maret 1945, di mana Beliau menjadi Wakil Ketua DPR seluruh Sumatera. Pesannya seperti ini:

Silahkan baca juga:  Biografi dan Sejarah RA Kartini secara Singkat

“Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama”.

6. Pesan Abdul Muis

“Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang”.

Beliau menceritakan pengalamannya di luar negeri kepada para pemuda di Sulawesi, ketika melakukan kunjungan ke Sulawesi sebagai anggota Volksraad dan sebagai wakil SI.

7. Pesan Pangeran Sambernyowo

“Rumongso melu handarbeni (merasa ikut memiliki)
Wajib melu hangrungkebi ( wajib ikut mempertahankan)
Mulat sario hangroso wani ( mawas diri dan berani bertanggung jawab)”.

Pesan tersebut Merupakan prinsip Tri Dharma yang dikembangkan oleh Mangkunegoro I.

8. Pesan Soeharso

“Right or Wrong my country, lebih-lebih kalau kita tahu, negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru saat itu pula kita wajib memperbaikinya”.

9. Pesan Pattimura

“Pattimura-pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi kelak Pattimura-pattimura muda akan bangkit”

Beliau sampaikan saat akan digantung di Kota Ambon pada tanggal 16 Desember 1817.

10. Pesan Silas Papare

“Jangan sanjung aku, tetapi teruskanlah perjuanganku”

Beliau sampaikan pada saat memperjuangkan Irian Barat/Papua agar terlepas dari belenggu kolonialisme Belanda dan kembali bergabung dengan NKRI.

11. Pesan Bung Tomo

“Jangan memperbanyak lawan, tetapi perbanyaklah kawan”.

Beliau sampaikan melalui Radio Pemberontakan.

Kemudian Pidato Bung Tomo di radio pada saat pertempuran menghadapi Inggris di Surabaya bulan November 1945.

“Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapapun juga”.

12. Pesan Gubenur Suryo

“Berulang-ulang telah kita katakan, bahwa sikap kita ialah lebih baik hancur daripada dijajah kembali”

Pidato Gubernur Suryo di radio menjelang pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Silahkan baca juga:  Pendidikan Islam di Zaman Reformasi, Bagaimana Keadaannya? (Episode 1)

13. Pesan Soekarno

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Dan berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya”.

Pidato Hari Pahlawan pada tanggal 10 November 1961.

“Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka”.

Pidato HUT Proklamasi 1963.

14. Pesan Moh. Hatta

“Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita”

“Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi”.

15. Pesan R.A. Kartini

“Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! 2 patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata “Aku tidak dapat!” melenyapkan rasa berani. Kalimat “Aku mau!” membuat kita mudah mendaki puncak gunung”.

16. Pesan Ki Hajar Dewantara

“Ing Ngarso Sung Tulodo (Di depan memberi contoh), Ing Madyo Mangun Karso (Di tengah memberi semangat), dan Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan)”

Semboyan yang diajarkan saat Ki Hajar Dewantara merintis Taman Siswa yang didirikan pada tahun 1922 dan hingga kini masih digunakan dalam dunia pendidikan.

Itulah pesan perjuangan pahlawan nasional untuk rakyat Indonesia. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua!

Check Also

Biografi dan Sejarah RA Kartini secara Singkat

Biografi dan Sejarah RA Kartini secara Singkat

Vadcoy.com – Pada kali ini, Mang Ocoy akan membahas tentang Biografi RA Kartini secara singkat. …

Sejarah Surau dalam Pendidikan Islam di Indonesia

VADCOY – Pembahasan tentang sejarah surau sebagai lembaga pendidikan Islam di Minangkabau, hanya dipaparkan sekitar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *